Lampung Tengah –Semangat gotong royong dan solidaritas sosial kembali menguat di Kampung Sidoluhur, Dusun 2 RT 3, ketika perangkat kampung, TNI, Polri, dan puluhan warga bahu-membahu menggarap bedah rumah milik Slamet, warga Kampung Sidoluhur. Kegiatan yang digagas Pemerintah Kampung Sidoluhur ini didukung penuh oleh Polsek dan Koramil Bangunrejo, serta partisipasi warga lintas kampung, termasuk Sukanegara.
Sinergi Multi-Pihak untuk Kemanusiaan.
Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Kapolsek Bangunrejo IPTU Iskandar, SH., beserta Bhabinkamtibmas, dan Kapten ARH Rahmat Midianto dari Koramil 411-13 Bangunrejo bersama Babinsa setempat. Hadir pula Kepala Kampung Sidoluhur Puji Winarno, tokoh masyarakat, serta puluhan warga dari dalam dan luar kampung.
Kepada media ini,Puji Winarno menyatakan, “Ini adalah bukti kolaborasi nyata antara pemerintah kampung, TNI, Polri, dan masyarakat. Kami bersyukur donasi terbuka berhasil mengumpulkan dana Rp.6 juta, 2 kodi asbes dari Polsek Bangunrejo, 31 sak semen, serta sumbangan logistik dan tenaga. Semua ini untuk mewujudkan rumah layak huni bagi Pak Slamet.”
Rumah Slamet awalnya berukuran 6×7,5 meter, namun ditambah 3 meter untuk kamar mandi dan dapur, sehingga total menjadi 6×10,5 meter. Meski target awal 10 hari, molor karena hujan, semangat para relawan tak surut. “Hari ini, Alhamdulillah kami mulai pemasangan atap. Insya Allah segera rampung,” ujar Puji.
Antusiasme warga terlihat jelas. Para ibu turun tangan menyiapkan konsumsi, sementara masyarakat dan anggota TNI-Polri bergantian mengerjakan memasang struktur bangunan. PLN juga berkontribusi dengan menghibahkan KWH listrik gratis untuk penerangan rumah.
Harapan untuk Masa Depan Slamet.
Di balik pembangunan rumah, Puji Winarno menyampaikan harapan lebih besar: “Kami ingin mas Slamet tak hanya punya tempat tinggal, tapi juga mata pencaharian berkelanjutan. Saat ini, ia hanya mengandalkan pekerjaan serabutan. Ke depan, kami akan mendorong bantuan modal usaha dari pemerintah.”
Kegiatan bedah rumah ini menjadi simbol sinergi multidimensi yang langka: pemerintah, keamanan, dan masyarakat bersatu untuk kemanusiaan. Dengan rumah yang hampir rampung, Slamet dan keluarganya pun kini menatap masa depan dengan harapan baru.(Rival Fernanda)