Warga Mojokerto Geruduk Balai Kampung, Tagih Janji Perbaikan Jalan Rusak Akibat Kendaraan PT HBP.

Lampung Tengah, –Puluhan warga Kampung Mojokerto, Kecamatan Padang Ratu, Kabupaten Lampung Tengah, mendatangi Balai Kampung setempat pada Jumat pagi (25/7) untuk menyampaikan aspirasi terkait kondisi jalan rusak parah yang diduga akibat operasional kendaraan berat milik PT HBP, perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

Masyarakat menuntut realisasi janji perusahaan yakni membangun jalan rigid beton dari Pasar Mojokerto hingga Balai Kampung. Namun, hingga akhir Juli 2025, tidak ada tanda-tanda pengerjaan, memicu kekecewaan warga.

Aspirasi Warga Disampaikan Secara Massif

Kedatangan massa yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, dan Karang Taruna ini disambut langsung oleh Kepala Kampung Mojokerto, Yayat Supriyadin, S.IP, beserta jajarannya. Warga menegaskan kesabarannya sudah habis menyaksikan jalan berlubang, becek saat hujan, dan berdebu saat kemarau.

Suyono Yuwono, salah satu tokoh masyarakat, menyatakan, “Kami datang menagih janji PT yang berjanji mengecor jalan ini. Janji itu sering disampaikan melalui tokoh-tokoh atau bahkan janji politik. Tapi sampai sekarang, tidak ada realisasi.”

Dampak Kerusakan Jalan & Pelanggaran Kesepakatan

Selain masalah jalan, warga juga protes terhadap aktivitas peledakan PT HBP yang dinilai melampaui kesepakatan. “Awalnya disepakati maksimal 30 titik ledakan, tapi kenyataannya lebih dari itu. Getarannya merusak rumah warga, kaca-kaca pecah, dan debu menutupi tanaman seperti sawit, kopi, Kakao, hingga padi,” ujar Suyono.

Warga juga menuding perusahaan mengabaikan kesepakatan penyiraman jalan untuk mengurangi debu saat kemarau. “Kami hanya dapat penderitaan: sesak napas karena debu, jalanbecek dan lumpur saat hujan, dan kerusakan properti. PT HBP untung besar, tapi kami yang rugi,” tambah seorang pemuda.

Ancaman Aksi Lebih Besar Jika Tak Ada Respon

Kepala Kampung Yayat Supriadin berterima kasih atas penyampaian aspirasi yang tertib dan berjanji memfasilitasi untuk menyampaikan nya dengan PT HBP. “Saya akan sampaikan ke perusahaan dan pihak terkait agar keinginan warga bisa terpenuhi,” katanya.

Namun, warga mengancam akan kembali dengan jumlah lebih besar jika tuntutan tak direspons. “Hari ini kami masih baik-baik. Jika tidak ada jawaban, kami akan datang lagi, mungkin dengan cara yang berbeda,” tegas seorang tokoh pemuda.

Bahkan warga mengecam selain acuh dan tidak peduli dampak yang terjadi di masyarakat, pihak perusahaan yang ada di Kampung Mojokerto seolah tidak mau tahu dengan risiko yang dihadapi oleh masyarakat, baik dari sisi kesehatan maupun kerusakan properti milik warga. Warga seringkali dijadikan tumbal berupa dampak buruk kesehatan bagi adanya perusahaan.

Tuntutan Inti Warga Mojokerto:

Perbaikan jalan rusak dengan pengerasan rigid beton sesuai janji.

Penertiban peledakan agar sesuai kesepakatan dan tidak merusak lingkungan.

Penyiraman rutin jalan untuk mengurangi polusi debu.

Evaluasi dampak operasional perusahaan terhadap kesehatan dan ekosistem dan warga.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari PT HBP. Warga berharap pemerintah daerah turun tangan memediasi sebelum aksi eskalasi terjadi.(rls/Rival Fernanda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *