Lampung Tengah, —Dunia pendidikan kembali tercoreng. Seorang oknum guru honorer berinisial A.K., S.Pd yang mengajar di SMP Negeri 1 Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah, dilaporkan ke polisi atas dugaan tindakan pelecehan terhadap muridnya sesama jenis. Aksi tidak terpuji ini diduga telah terjadi berulang kali dan membuat para korban mengalami trauma mendalam.
Informasi yang dihimpun dari pihak keluarga korban menyebutkan bahwa kejadian ini sudah berlangsung selama beberapa bulan. Namun karena rasa takut dan tekanan psikologis, para korban baru berani melapor ke pihak berwajib setelah kejadian tersebut terus berulang.
“Awalnya anak-anak takut bercerita ke orang tua, tapi karena kejadian terus terulang dan semakin membuat trauma, akhirnya mereka memberanikan diri untuk melapor ke Polsek Kalirejo,” ujar salah satu kakek korban.
Tim media yang mencoba menelusuri kasus ini berhasil menemui salah satu korban di kampung Kutowinangun. Korban mengaku mengalami perlakuan yang sama seperti yang dialami teman-temannya, dan menyebut bahwa tindakan guru tersebut membuatnya ketakutan setiap kali berada di sekolah.
Saat media mendatangi rumah terduga pelaku di Kutowinangun, seorang perempuan muda yang mengaku sebagai bibi pelaku menunjukkan sikap tidak kooperatif. Ia bahkan diduga memberikan keterangan palsu untuk menutupi keberadaan pelaku. Menurut warga sekitar, sejak laporan mencuat, terduga pelaku memang jarang terlihat, namun masih diyakini tinggal di rumah tersebut.
Pihak sekolah pun belum memberikan keterangan resmi. Saat wartawan mencoba menghubungi Kepala Sekolah SMPN 1 Sendang Agung untuk konfirmasi, yang bersangkutan tidak berada di kediaman dan tidak merespons panggilan telepon dari nomor yang diberikan oleh anaknya.
Sementara itu, orang tua korban menyayangkan lambannya proses hukum atas laporan yang telah mereka ajukan ke Polsek Kalirejo.
“Kami sudah melapor sejak beberapa waktu lalu, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Anak kami mengalami trauma berat, sering mengurung diri di kamar, bahkan takut bersekolah lagi,” ujar salah satu ibu korban sambil menahan tangis.
Para orang tua korban kini mendesak aparat penegak hukum untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut. Mereka khawatir, jika tidak ditangani secara serius, kasus serupa bisa terulang dan mengancam anak-anak lainnya.
Mereka juga berharap Dinas Pendidikan Lampung Tengah turun tangan, mengingat peristiwa ini tidak hanya mencederai para korban secara psikologis, tapi juga mencoreng dunia pendidikan di daerah tersebut.
Pewarta : Tim